KawanPintar berkesempatan menjadi host dalam event BelajaRaya 2026 melalui sesi bertema “Belajar yang Utuh dan Inklusif: Mengembangkan Akademik, Soft Skills, dan Potensi Setiap Anak.”
Sesi ini menghadirkan beberapa narasumber inspiratif: Yason Pranata selaku Direktur Sekolah Murid Merdeka, Kasandhasan sebagai penulis sekaligus ibu dari anak ADHD, serta Dharmaji Suradika, Co-Founder KawanPintar.

Diskusi ini membuka satu pertanyaan penting:
Apakah selama ini kita terlalu sempit memaknai arti belajar?
Belajar Bukan Hanya Soal Nilai Akademik
Sesi dibuka oleh Dharmaji Suradika atau yang akrab disapa Kak Aji dengan refleksi sederhana yang dekat dengan kehidupan banyak keluarga.
“Dulu waktu kecil kita sering ditanya, ‘Sudah belajar belum?’ dan yang dimaksud biasanya adalah matematika, fisika, atau bahasa Inggris. Padahal saat anak belajar bersosialisasi, ikut organisasi, mencoba lomba, memecahkan masalah, atau belajar memahami orang lain — itu juga proses belajar.”
KawanPintar percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang mengejar nilai akademik, tetapi juga tentang membentuk manusia yang siap menghadapi kehidupan nyata.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghafal. Mereka membutuhkan future skills seperti critical thinking, problem solving, communication, creativity, leadership, hingga entrepreneurship.
Karena pada akhirnya, dunia nyata tidak hanya menuntut anak menjadi pintar secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, bekerja sama, dan menciptakan solusi.
Skillcation: Belajar Soft Skills Lewat Pengalaman Nyata
Melalui program Skillcation, KawanPintar menghadirkan pengalaman belajar non-akademik yang dirancang agar anak dapat mengembangkan soft skills sambil tetap menikmati proses belajar.
Anak-anak tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi langsung terlibat dalam aktivitas nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu contohnya adalah program belajar bisnis langsung di café, di mana peserta bisa merasakan pengalaman magang, memahami cara membangun usaha, berinteraksi dengan pelanggan, hingga belajar langsung dari pemilik bisnis.
Program ini menjadi pengalaman baru yang bermakna bagi banyak anak.
“Awalnya waktu liburan anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget dan screen time. Tapi saat ikut Skillcation, mereka justru antusias berkegiatan dari pagi sampai sore tanpa memegang handphone. Orang tua sangat mengapresiasi perubahan ini.”
Bagi KawanPintar, belajar terbaik terjadi ketika anak merasa terlibat, penasaran, dan memiliki pengalaman nyata.
Memberi Anak Ruang untuk Bertumbuh
Dalam sesi ini, Kak Aji juga membagikan pengalaman dari berbagai program social project KawanPintar.

Banyak anak yang awalnya dianggap kurang peduli, sulit bersosialisasi, atau tidak memiliki empati, ternyata mampu menunjukkan sisi terbaik mereka ketika diberikan ruang, pengalaman, dan lingkungan belajar yang tepat.
“Kadang anak bukan tidak peduli. Mereka hanya belum pernah diberi kesempatan untuk melihat dunia yang lebih luas.”
Melalui pengalaman belajar langsung di lapangan, anak belajar memahami kehidupan, membangun empati, bekerja sama, dan menyadari bahwa mereka juga bisa memberikan dampak bagi orang lain.
Salah satu momen paling menyentuh datang dari refleksi seorang murid KawanPintar:
“Ternyata di luar sana ada banyak anak yang tidak seberuntung aku. Dan ternyata perubahan itu tidak harus besar — bisa dimulai dari sekarang.”
Belajar untuk Hidup
Partisipasi KawanPintar di BelajaRaya 2026 menjadi pengingat bahwa belajar seharusnya tidak hanya mempersiapkan anak untuk ujian, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk kehidupan.
Karena masa depan membutuhkan lebih dari sekadar nilai rapor. Masa depan membutuhkan anak-anak yang mampu berpikir kritis, berani mencoba, mampu berkomunikasi, dan memiliki empati.

Di event ini, KawanPintar juga membuka booth diskusi agar para orang tua dan pengunjung dapat mengenal lebih dekat berbagai program pengembangan akademik maupun soft skills yang tersedia.
Mari terus dukung proses belajar anak secara utuh — bukan hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk hidup.
Ikuti terus kegiatan dan program terbaru dari KawanPintar.